Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.... I.Definisi Jin Siapakah Jin ? Jin adalah sejenis makhluk halus yang berakal dan mempunyai keinginan–keinginan. Dalam surah al-Hijr ayat 27 Allah berfirman: ” Dan jin Kami ciptakan sebelumnya dari api yang sangat panas.” Bangsa jin diciptakan dari api yang sangat panas, ada keterangan lain yang mengatakan bahwa jin dijadikan dari empat unsur yaitu : api, air, tanah, dan hawa, namun unsur apilah yang paling banyak. Dinamakan jin karena ijtinaan karena ”tertutup” dari pandangan manusia. Seperti janin tertutup oleh perut atau seperti hati yang disebut jinaan karena tertutup didalam dada. Jadi mereka itu terhalang dari pandangan kita, padahal mereka itu penghuni bumi kadang mereka bercampur dengan kita, kata tunggal untuk jin itu ialah jinny sedang jamaknya ialah jaannun atau jinnaatun. Macam-macam Jin Dari sisi aqidah, jin itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, jin Rahmany. Mereka adalah jin Muslim. Mereka terbagi lagi menjadi beberapa kelompok, berbagai mahzab atau sekte dan berbagai golongan Islam yang berbeda-beda. Kedua, jin Syathaany. Mereka adalah bangsa jin yang jahat atau fasik. Bangsa jin itu terdiri atas berbagai kabilah dan dari segi klasifikasi bentuk, merekapun terdiri atas berbagai macam bentuk. Seperti dimaklumi bersama bahwa diantara jin itu ada yang disebut Ifrit. Kelompok jin ini ialah jin yang mempunyai kekuatan dan kecerdikan atau kebijaksanaan. Ada juga yang disebut al-Ghilaan ” hantu, raksaksa, atau momok”. Mereka adalah macam jin yang mempunyai keamampuan untuk berubah-ubah bentuk. Yang mengerikan bahwa ada diantara bangsa jin itu yang gila (Mukhabbilaat Al-Jin). Mereka inilah yang suka mengganggu manusia dan mencelakakannya. Macam jin lainnya ialah al-Hinnu, macam jin tersebut termasuk bangsa jin yang lemah. Dan banyak lagi yang lainnya, yang tidak dapat penulis ungkapkan disini. Tempat Jin Allah swt. Telah berfirman, yang artinya : ” lalu keduanya digelincirkan oleh syetan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman : Turunlah kamu (sekalian) sebagaimana kamu menjadi musuh bagi yang lain dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (Qs: al- Baqarah : 36) Dan firman-Nya dalam surah al-An`am : 19, yang artinya: ” Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-Nya.” Berdasrkan nash-nash tersebut, jelaslah bahwa jin dan manusia hidup bersama-sama di bumi Allah ini. Jika terbukti bahwa jin itu hidup di muka bumi bersama kita, maka pertanyaannya adalah, dimanakah jin berada? Berdasarkan beberapa nash yang kuat bahwa kebanyakan mereka itu biasa menghuni tempat-tampat yang gelap dan tempat-tempat kosong. Sebagian lagi menghuni tanah-tanah yang belah dan pada celah-celah dinding atau dinding yang pecah. Diriwayatkan dari Bilal bin Harits bahwa Rasulullah saw. Pernah besabda: mak akupun mengikutinya untuk menjaganya, lalu aku ketinggalan jauh. Aku mendengar didekatnya ada pertengkaran antara beberapa orang (laki-laki) dan suara gaduh yang belum pernah aku dengar yang seprti itu, dan ketika Rasulullah saw. kembali, aku bertanya kepadanya (mengenai peristiwa itu). Beliau bersabda : ada beberapa jin muslim yang bertengkar didepanku dengan jin-jin musyrik. Mereka semua meminta kepadaku untuk ditempatkan disuatu tempat. Maka aku tempatkan (jin-jin) muslim pada dataran tinggi sedang jin-jin musrik aku tempatkan pada tanah rendah.” II. Definisi Manusia Pembuatan Manusia Dalam surat al-Mu`minun Allah telah menjelaskan tentang kejadian manusia. Yang artinya adalah : ”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadiakn saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan tulangbelulang, lalu tulang brlulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang Paling Baik.” Manusiapun terdiri dari enpat unsur pula, yakni api, air, hawa dan tanah, namun unsur tanahlah yang paling dominan. Tugas Manusia Allah telah mengajarkan kepada manusia ketinggian ilmu dan dibuktikan ketinggian ilmunya kepada para malaikat untuk bersujud kepada manusia sebagai tanda penghormatan dan kemulyaan baginya dan ketundukan kepada penciptanya. Manusia turun kebumi untuk menjalankan tugas yang memang sudah ditentukan sebelumnya. Yaitu : bribadat hanya kepada Allah dengan menyandang jabatan Khalifah di atas bumi. III. Perbedaan iblis dan Manusia iblis terbuat dari api yang sangat panas, sedangkan manusia terbuat dari tanah. Perbedaan iblis dan manusia adalah iblis tidak memiliki tubuh, sedang manusia memiliki tubuh. Oleh karena itu iblis tidak dapat terlihat dalam bentuk aslinya, kecuali ia mengubah diri dalam bentuk yang lain. Karena iblis dapat merubah diri dalam bentuk yang dikehendakinya, sebagaimana malaikat. Dari segi fisik alam iblis itu tidak sama dengan alam manusia dan hewan, mereka adalah makhluk halus atau arwah Syaffaah (arwah yang tipis/halus). Derajat iblis dan Manusia di Hadapan Allah Walaupun berdeda wujud dan alam, tetapi jin dan manusia adalah sama-sama diciptakan oleh Allah. Pada prinsip penciptaannya , jin dan manusia adalah sama. Hanya hanya terdapat sedikit perbedaan sebagaimana diwajibkan untuk beribadah dijalan Allah. Derajat jin dan manusia adalah sama. Yakni sama-sama diciptakan sebagai hamba Allah. Maka sikap yang terbaik yang harus dilakukan oleh seorang muslim adalah jangan takut kepada jin, tetapi jangan terlalu sombong terhadapnya. Karena jin adalah makhluk yang tidak dapat dilihat oleh manusia. ***&&***
sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=138782072893847&set=a.124611537644234.19080.100002861647330&type=1
Sabtu, 19 November 2011
Sabtu, 19 November 2011


14.55
PKS KLARI KARAWANG
Posted in:
1 komentar:
yang jadi pertanyaan justru adalah bagaimana bisa ada jin yang musryik, ketika jin itu memiliki ilmu/pengetahuan tentang akhirat lebih baik dari manusia...?
apakah kematian jin ditangguhkan seperti iblis?
Posting Komentar